Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, May 19, 2012

Gunakan Waktu Yang Ada




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-SS-VjZUgHwdGflhMfFhE2VNq1Bfli402w68kigZLzi80we4Tud9FLh_4vg9eqGjUWUBCwd_Zcrzx-LUJ8pRxxWOIGAjli6GcHtCSGr9wcmInYmSLhKbjoVeCUVPG_bfkA5aJq-IDF0/s1600/puisi+untuk+ayah+tercinta.gifSekali waktu ada seorang kepala cabang sebuah perusahaan swasta terkemuka, tiba di rumahnya larut malam. Tidak seperti biasanya, putra pertamanya yang baru duduk dikelas 2 SD membukakan pintu baginya. Anaknya nampak sudah menunggu cukup lama, "Kok belum tidur ? " sapa sang ayah sambil mencium anaknya.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, anaknya menjawab, "Aku nunggu ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji ayah ? ","Lho tumben, kok nanya gaji ayah ?, mau minta uang lagi ya ?".

 

"Ah enggak, pengen tau aja."

"Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji ayah dalam 1 bulan berapa hayo ?" Anaknya berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika ayahnya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, si anak berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp. 400.000, untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp. 40.000 dong," katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah ayahnya.

Tetapi si anak tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, si anak kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000 ?",

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Sudah sana tidur." Anak kecil itupun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, ayahnya nampak menyesali hardikannya, ia pun menengok anaknya di kamar tidur. Anak kesayangannya belum tidur.

Si anak didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000 di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, ayahnya berkata, "Maafkan ayah, nak ayah sayang kamu. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besokkan bisa. Jangankan Rp. 5.000, lebih dari itu pun ayah kasih."

Jawab si anak,"Ayah, aku ngga minta uang, aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama seminggu ini."

"Iya, iya, tapi buat apa ?" tanya si ayah lembut.

"Aku menunggu ayah dari jam 8. Aku mau ajak ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka buku tabunganku ada Rp. 15.000. Tapi karena ayah bilang satu jam ayah dibayar Rp. 40.000, maka setengah jam harus Rp.20.000. Duit tabunganku kurang Rp. 5.000. Makanya aku mau pinjam dari ayah,"kata si  anak dengan kepolosannya.

Si ayah terdiam dan meneteskan air mata, ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. Dan ayah sadar dia harus meluangkan waktu bagi keluargnya. Sumber http://motivation-live.blogspot.com/


Tuesday, May 8, 2012

Makna Seorang Ibu

Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan, " ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah yang akan melindungi aku disana.

Tuhanpun menjawab, "Di antara semua MalaikatKu, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu. "si kecil bertanya  lagi, tapi, disini, di Surga ini, aku tak berbuat apa-apa kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatmu bahagia." Tuhanpun menjawab, "tak apa, untukmu dia akan membuatmu tersenyum setiap hari.

Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia". Namun si kecil bertanya lagi, bagaimanan kau bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai ?".

Tuhanpun menjawab, "Malaikat itu akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah. Dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia," si kecil bertanya lagi, "lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara denganMu, ya Tuhan ?".

Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa." Lagi-lagi si kecil menyelidiki, "namun aku mendengar disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku ?"

Tuhanpun menjawab, "tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang akan menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu." Namun si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihatMu lagi."

Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagunganKu, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepadaKu. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingatKu. Walau begitu aku akan selalu disimu."

Hening . . . . . . . . . . . . . . . .
kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "ya Tuhan, aku akan pergi sekarang. Tolong sebutkan nama Malaikat yang akan melindungiku."

Tuhanpun kembali menjawab, "nama Malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan . . . . . . . . " IBU ".